Tembakau gayo atau orang-orang dari tanah asalnya menyebut bakong gayo, semakin masyhur dan diminati oleh kalangan anak-anak muda. Tembakau gayo ini tidak hanya hijau sebenarnya, ada juga merah, kuning, dan putih. Namun yang paling diminati di pasaran adalah tembakau hijau gayo, selain karena memili isap halus, tembakau ini beraroma khas.
Tidak sama dengan perlakuan tembakau varietas lainnya, petani di Aceh memanfaatkan daun tembakau muda untuk memproduksi tembakau hijau gayo. Dalam sistem pengeringannya, tembakau hijau gayo tidak membutuhkan sinar matahari, alias dijemur saat malam hari.
Biasanya tembakau gayo yang baru dipanen akan diperam selama enam hari, kemudian dipisahkan antara tulang dan daunnya, baru kemudian dirajang dan dijemur. Sehingga kalau melihat tembakau gayo yang siap isap, tidak ada tulang yang ikut terajang.
Banyak petani tembakau bilang, bibit tembakau gayo hijau masuk dalam klasifikasi tembakau aromatik, layaknya tembakau ico atau kasturi yang juga memiliki aroma khas masing-masing. Setelah dirajang, tembakau hijau gayo memiliki biji-biji kecil dan ketika dibakar mengeluarkan aroma khas. Tak ayal jika banyak orang yang menduga, tembakau gayo memiliki kemiripan dengan ganja, meski tidak mengakibatkan fly dan urin tidak positif.
Di Takegon, Aceh Tengah, tembakau gayo ini menjadi satu komoditas yang cukup menjanjikan. Bahkan, di pasar-pasar tradisional tembakau hijau gayo ini menjadi souvenir tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sumber : https://bolehmerokok.com/2020/07/tembakau-gayo-hijau-bukan-ganja-ia-adalah-salah-satu-kekayaan-bangsa-yang-harus-dilestarikan/
Menganalisis berita sebelumnya, tim POJOK RUANG telah membaca artikel tentang penangkapan terhadap pelaku bisnis atau juga pengedar tembakau Hijau Gayo ini.
Polisi Harusnya Belajar!
Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISeSS) Bambang Rukminto berpendapat kewenangan polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam UU 2/2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia kontrolnya sangat lemah. Itu, katanya kepada reporter Tirto, Jumat (17/7/2020), yang “mengakibatkan muncul arogansi sehingga seringkali melakukan pelanggaran yang mencederai rasa keadilan.”
Ia menyarankan Azwar untuk melaporkan ke Divisi Propam dan Itwasum Polri atau pihak eksternal seperti Komnas HAM dan Ombudsman, meskipun hal tersebut kadang tidak efektif. “Upaya terakhir melaporkan kepada Presiden,” katanya.
Sementara Ketua Komunitas Kretek Aditia Purnomo menegaskan “kepolisian harusnya belajar kalau tembakau Gayo itu bukan ganja meski memang memiliki aroma yang mirip. Ia bukan ganja baik yang alami atau sintetis yang dicampurkan zat kimia.” Semua ini harus dilakukan agar kejadian serupa tak terulang.
“Kasus salah tangkap karena ada masyarakat membawa tembakau Gayo tidak boleh terjadi, apalagi hingga dipukuli demi mendapat kesaksian,” ujarnya kepada reporter Tirto, Jumat (17/7/2020).
Namun Adit juga menduga polisi memang berencana memeras Azwar. Terlebih kasus seperti ini kerap terjadi.
==========
(Revisi 18 Juli pukul 19:45: kami mempertegas soal Rp15 juta sebagai ‘biaya pembebasan’ Azwar dan Baros, bukan untuk Azwar saja. Revisi 20 Juli 2020 pukul 12.24: keterangan tanggal ditambahkan di paragraf dua).
Baca juga artikel terkait KASUS PENGANIAYAAN atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi dan Adi Briantika
(tirto.id – adb/rio)
Reporter: Adi Briantika &Alfian Putra Abdi
Penulis: & Adi Briantika
Editor: Rio Apinino
Tag: Gayo
Tembakau Gayo Hijau (bagian 1)

Hai Sobat, bagaimana kabarmu hari ini? Tentu masih semangat dan bahagia kan. Oiya, untuk pembahasan kali ini kita akan sedikit mengulas tentang ‘Tembakau Gayo’, tentu saja bukan asing lagi bagi kita apalagi kalangan anak muda yang sedang menikmati masa indahnya. Hehehe.
Siapa yang tak tahu Aceh? Selain dikenal daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia, Aceh juga memiliki kekayaan alam lain yang sangat melimpah. Mulai yang tersimpan dari dalam perut bumi, hingga di dasar lautan.
Negeri serambi mekkah ini juga dikenal dengan keberagaman budaya dan kesenian yang kental. Salah satunya seperti Tari Saman, merupakan satu dari beberapa kesenian di Indonesia yang telah mendapat pengakuan UNESCO, sebagai warisan dunia tak benda. Tarian ini berasal dari tanah dataran tinggi Gayo.
Tak hanya kaya alam dan budaya, Aceh jua mempunyai potensi wisata alam yang bikin decak kagum. Pelancong mana saja yang mengunjungi daerah ini tak bisa mengelak jika matanya akan dimanjakan dengan panorama yang indah, seperti tanah dataran tinggi Gayo.
Berada di tanah Gayo, bikin hati tentram. Hamparan perkebunan warga yang mengelilingi membuat kepala terasa tenang, apalagi dibalut dengan bekapan suhu udara yang sejuk. Di samping itu, ada satu hasil perkebunan yang dimiliki tanah Gayo tergolong unik, yaitu tembakau hijau Gayo.
Ya, tembakau hijau Gayo, akrabnya masyarakat daerah ini menyebutnya bakong Gayo. Beberapa tahun silam, masyarakat tanah Gayo giat memproduksi tembakau hijau ini. Hal keunikan dari produk ini yang membuat berbeda dengan tembakau lain, ialah aroma dan rasa hisapannya yang serupa dengan ganja. Jika seorang penikmat sedang menghisap bakong Gayo, sensasinya seperti sedang nge-ganja.
Sekilas, bakong Gayo ini terlihat seperti daun ganja. Dari warnannya yang hijau, maupun aroma yang semerbak layaknya aroma ganja. Kendati demikian, bakong Gayo ini bukalah ganja, yang dapat menimbulkan efek memabukkan terhadap siapa saja yang menghisapnya. Efeknya bakong Gayo ini sama seperti tembakau yang ada pada rokok lazimnya.
Beberapa pengusaha tembakau ini telah melakukan uji laboratorium. Hasilnya, tembakau jenis ini bukanlah tergolong kedalam jenis narkotika. Namun, guna menjaga kesehatan sangat dianjurkan untuk hidup bebas dari merokok. Bagi Anda yang bukan perokok, dianjurkan untuk tidak dicoba.
Warna hijau yang dihasilkan tembakau ini disebabkan karena daunnya masih muda, yang langsung dijemur pada kondisi cuaca yang mendung, atau pada malam hari. Lalu, setelah itu tembakau itu disimpan dalam wadah yang kedap udah.
Daun tembakau yang baru dipanen akan diperam selama enam hari. Kemudian dipisahkan tulang dan daunnya, hal ini dilakukan apabila telah selesai diperam, dan hasilnya warna daun tembakau itu sudah berwarna kuning kemerah-merahan.

Oke. Kita akan mengulas sedikit pertanyaan-pertanyaan yang sedang fenomenal tentang ‘Tembakau Gayo’ ini.
Apa benar salah satu faktor penyebab menurunnya kualitas sperma disebabkan oleh tembakau gayo? Memangnya apa kandungan dari tembakau gayo untuk kesuburan pria? Apa dampak dan manfaat dari tembakau gayo untuk kesuburan pria?
Seperti yang kita tahu bahwa merokok berbahaya bagi tubuh. Dampak merokok bisa merusak berbagai organ, slaah satunya dapat mempengaruhi kualitas sperma pada pria.
Rokok terdiri dari banyak bahan kimia perkiraan yaitu 7000 bahan kimia. Salah satu bahan yang mungkin ada yaitu tembakau gayo. Tembakau gayo merupakan tembakau dari Aceh yang aroma serta sensasi hisapannya mirip dengan ganja. Namun, tembakau ini bukan merupakan golongan narkotika.
Rokok dapat menurunkan konsentrasi atau banyaknya sperma, pergerakan sperma dan bentuk sperma. Menurut penelitian, dampaknya adalah pada pria perokok konsentrasi sperma akan turun 23%, pergerakan sperma 13% akan lebih lambat, dan bentuk yang tidak normal (abnormal) akan meningkat.
Resiko menurunnya kualitas sperma :
• Sulit untuk terjadi kehamilan
• Meningkatnya kemungkinan terjadi keguguran
• Adanya gangguan perkembangan janin
• Menyebabkan cacat lahir pada anak
Terjadinya penurunan kualitas sperma terjadi pada perokok sedang dan berat yang bisa menghabiskan lebih dari 10 batang rokok perharinya.
Selain mempengaruhi kesuburan pria ternyata perokok aktif dapat menyebabkan pasangan yang merupakan perokok pasif terkena dampak yang sama dalam hal kesuburan. Hal ini juga berlaku pada rokok elektronik atau vape.
Karena banyaknya dampak negatif pada rokok, diharapkan untuk menghentikan kebiasaan merokok. Konsultasikan diri ke dokter spesialis andrologi terkait kesuburan baik pria maupun wanita.
Itu saja dulu pembahasan kita ya, Sobat.
Semoga kamu dan keluargamu nantinya akan menjadi paham tentang ‘Tembakau Gayo’ ini.Salam hangat.
